This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 27 November 2012
Senin, 19 November 2012
17.48
NeverSad
Seringkali kita merasakan sakit pada perut, bukan penyakit yang tergolong akut, tetapi bila sudah berbicara dengan kesehatan perut, maka kita diharapkan untuk waspada. Kenapa? Karena perut adalah pusat dari segala aktifitas kita. Bila perut terganggu, otomatis semua kegiatan akan terganggu. Nah, untuk mengatasi penyakit perut yang ringan, beberapa cara dibawah ini dapat dicoba;
1.Perut Kembung
Coba minum teh hangat (jangan menambahkan gula terlalu banyak) untuk menetralisir gas di lambung.
2.Ketumbar
o Ambil biji ketumbar, daun katuk, bawang merah dan buah pinang secukupnya.
Campur semua bahan tersebut tumbuk sampai halus
o kemudian tambahkan air dan aduk sampai merata.
o Setelah merata, tempelkan ramuan pada bagian perut yang sakit
3.Bawang Merah
(untuk anak-anak)
o Parut bawang merah
o Campur parutan bawang dengan minyak telon
o Kemudian tempelkan campuran bawang tersebut di bagian pusar
4.Daun Jarak
(untuk anak-anak)
o Ambil daun jarak pagar, yang dihangatkan/dikukus
o Campur dengan minyak kelapa, lalu pilin-pilin
o Tempelkan pilinan daun jarak pada pusar
5. Mencret/Diare
Sirsak
o 1 buah sirsak yang sudah masak, kupas dan buanglah bijinya.
o Setelah dikupas, peras airnya
o Campurkan perasan sirsak dengan 1 gelas air matang
o Tambahkan susu kental manis secukupnya.
o Aduk rata, lalu minumlah sehari 2 kali
6. Daun Jambu
o Ambil 5 lembar daun jambu biji
o Cuci bersih dengan air matang
o Tumbuk daun jambu hingga halus
o Tambahkan 1 gelas air matang aduk rata
o Saring, lalu minum air jambu biji 2-4 kali sehari
Larutan Gula Garam
Campurkan 1 sendok teh gula dengan ¼ sendok teh garam
dalam 1 gelas air masak, aduk rata, kemudian minum larutan tersebut 2-3 kali sehari.
Wortel
Pilih wortel segar, masak menjadi sop wartel. Makan selagi hangat. Sop wortel berkhasiat untuk menambah asupan kalsium, belerang, natrium, fosfor, potasium dan magnesium. Selain itu membantu mengatasi dehidrasi dan kekurangan pektin yang dapat mencegah radang usus.
Kunyit
o Bakar 1/2 jari kunyit kemudian potong-potong kecil
o Tambahkan 7 pucuk daun jambu biji dan garam 1/4 sendok teh
o Rebus campuran bahan dalam dengan 2 gelas air dengan api kecil
o Setelah mendidih, angkat dan saring
o Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali
· Buang Air Besar berdarah
Daun Alang-alang
Rebus daun alang-alang dalam 3 gelas air sampai mendidih (menjadi kurang lebih 2 gelas, saring, minum sarinya 2-3 kali sehari. Untuk perebusan selanjutnya gunakan daun alang-alang baru.
Kayu Secang
Potong-potong 1 jari kayu secang rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum airnya (dapat ditambahkan madu). Minum 2 x 3/4 gelas sehari.
Ketumbar
Sangrai biji ketumbar hingga matang, kemudian tumbuk. Setelah halus, seduh dengan 200ml air hangat. Minumlah air ketumbar 2-3 kali sehari.
· Muntah-muntah
Beras Kencur
o Cuci 1 sendok makan beras kemudian rendam sebentar
o Angkat rendaman beras, Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan
o Setelah matang, tumbuh halus beras dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis
o Seduh campuran berasa kencur yang sudah dihaluskan dengan air panas
o Tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa, aduk rata
o Saring, kemudian minum air beras kencur
Ketumbar
Rebus 1/2 sendok teh ketumbar halus, 3 butir kapulaga dan 5 butir adas hitam, dalam setengah gelas air. Setelah dingin, minum sedikit-sedikit, sesering mungkin.
Tepung Sagu
Campurkan 3 sendok makan tepung sagu , gula jawa, dan garam secukupnya dalam 200 ml air hangat. Minum air campuran sagu selagi hangat.
Catatan : Tepung sagu, mampu melindungi usus dan lambung kita dari asam lambung yang menyebabkan muntah.
Selain resep-resep tradisional seperti diatas, untuk menghindari sakit perut, Anda juga harus mengingat untu selalu ;
1. Menjaga kebersihan tangan, alat makan dan lingkungan (termasuk air.
2. Minum banyak air putih (air mineral)
3. Makan makanan yang bersih, berbahan sehat dan dimasak dengan matang
4. Kurangi makanan pedas dan asam
5. Istirahat yang cukup
6. Bila sudah terserang sakit perut, minum obat dengan dosis yang tepat (konsultasi dengan dokter)
17.42
NeverSad
Berikut obat cara menghilangkan bekas jerawat secara alami :
1.Pepaya bauh pepaya matang sangat baik untuk dijadikan obat jerawat dengan cara menjadikan pepaya sebagai masker diwajah.
2.Tomat pun bisa digunkan dengan untuk peyembuh dan penghialang bekas jerawat cara pengunaanya sama dengan cara poin nomer 1
3.Mentimum sangat baik menghilangkan bekas jerawat dengan cara bauh mentimun di iris iris kecil lalu ditempelkan pada bagian wajah maupun punggung yang terkena jerawat selama 10 sampai 20 menit
4.Jeruk Nipis bisa digunakan untuk obat jerawat dengan cara meminum jus jeruk nipis dicampur sekit gula.
17.28
NeverSad
Cara tradisional dan herbal yang mujarab untuk mengatasi sakit gigi berlubang maupun gusi bengkak ternyata sangat mudah untuk dilakukan. Dengan adanya solusi ini, maka untuk mengobati sakit gigi tidak perlu dengan obat-obatan yang mengandung zat kimia, yang kebanyakan memiliki efek samping bagi pemakainya. Bagi anda yang sedang mencari solusi untuk obat sakit gigi, gigi berlubang dan gusi bengkak, silahkan baca hingga akhir. Semoga saja dengan cara berikut sakit anda menjadi sembuh.
Obat sakit gigi alami/herbal yang sering digunakan yaitu :
1. Bawang Putih
Selain digunakan bumbu dapur, bawang putih juga bisa digunakan sebagai obat sakit gigi karena didalamnya mengandung antiseptik alami. Cara ini bisa untuk mengobati sakit gigi berlubang dan gusi bengkak.
Cara meracik bawang putih sebagai obat sakit gigi alami/herbal :
Ambil satu siung bawang putih lalu kupas kulitnya dan haluskan. Haluskan pake manual ja jangan pake blender biar mudah nyarinya. kalo pake blender nanti susah nyari hasilnya soale bawang yang diblender cuma satu siung, he he... lanjut setelah dihaluskan lalu dikumpulin dan dicampur dengan garam dapur lalu aduk sampe rata, bisa juga pake garam kasar tapi dihaluskan bareng ma bawang putihnya.
Cara Memakainya :
Masukkan pada gigi yang berlubang ataupun oleskan pada gusi yang bengkak. Mengenai rasanya yaitu sedikit panas dan juga gimanaaa gitu terasa dilidah. tapi ini ampuh dan alami. ga enak dikit gapapalah, namanya juga obat... Tahan sampai nyeri pada gigi reda dan waktunya relatif. maksudnya kalau masih pertama kali dan masih terbiasa memakai obat kimia biasanya agak lama. tapi kalo yang da lama cerai dengan obat kimia jika pake cara ini cepat hasilnya dan ga mudah kambuh.
Sebenarnya masih banyak model atau cara alami yang dapat mengobati sakit gigi tapi cara tersebut sudah ampuh dan terbukti dapat menghilangkan sakit gigi. Moga jodoh (cocok) juga bagi sobat sekalian.
2. Minyak cengkeh
Minyak cengkeh digunakan mengobati sakit gigi yang berlubang.
Cara menggunakannya ;
Ambil (cuil ) sedikit kapas kira kira cukup untuk dimasukkan pada lubang gigi. celupkan potongan kapas pada minyak cengkeh asal basah saja dengan jepit kapas atau lidi yang dilipat dua. Jangan sampai terlalu basah atau menetes minyaknya, jika terlanjur peras dikit kapas biar ga netes. Jika kapas terlalu basah yang dikhawatirkan akan menetes dalam mulut sebelum sampai masuk pada gigi yang berlubang. Wahh kalo sampe kejadian rasanya ga uenak ( getar istilah jawanya ) dan panas. bagi yang sensitif akan menimbulkan luka pada kulit atau gusi yang terkena minyak tersebut. Hal ini dialami sendiri oleh istri saya. Inginnya ngobati sakit gigi malah timbul sakit lain.
Jadi hati hati dalam proses perjalanan kapas berminyak menuju lubang yang dituju. Kalau mau aman minta tolong dengan orang lain disekitar kalau ada, kalau ga ada lakukan sendiri dengan cara menghadap cermin, buka mulut lebar-lebar dan pastikan cahaya ruangan cukup sehingga tampak jelas sasaran yang dituju ( lubang gigi kelihatan dengan jelas ) kalau dah siap maka luncurkan kapas berminyak tepat pada lubang gigi. Jangan lupa berdoa dulu sebelum melakukannya.(harus)
Minyak cengkeh dapat diperoleh (dibeli ) di apotik atau toko jamu tradisional.
Alangkah baiknya sebelum terjadinya sakit gigi kita melakukan pencegahan gigi berlubang karena gigi berlubang merupakan penyebab utama timbulnya sakit gigi. Hal ini sangat penting bagi yang giginya masih utuh maupun bagi yang memiliki gigi berlubang supaya lubangnya tidak tambah parah dan tidak terjadi lubang pada gigi yang lain. Ada juga cara lain yang dapat untuk menghidari sakit gigi yaitu dengan menambal atau mencabut gigi berlubang yang kita punya.
Mungkin ini saja yang bisa saya bagikan bagi anda yang sedang sakit gigi atau yang mau merawat giginya.
Senin, 12 November 2012
17.28
NeverSad
Resep yang di pakai merupakan obat yang Sangat baik untuk menerangkan mata, mengatasi mata merah, mata perih. Sangat manjur untuk pengobatan penglihatan mata yang menurun dan gejala penglihatan yang minus. Dalam uji coba obat ini terbukti sangat manjur dalam penyembuhan penyakit awal katarak dan glukoma. Pemakaian jangka panjang tidak menimbulkan efek samping.
KOMPOSISI :
- Margarita 33.2 mg
- Rehmanniae Radix 9.96 mg
- Dendrobii Herba 26.56 mg
- Ophiopogonis Radix 6.64 mg
- Cistanches Herba 6.64 mg
- Chrysanthem Flos 9.96 mg
- Schisandrae Fructus 4.98mg
- Asparagi Radix 16.6 mg
- Ginseng Radix 19.92 mg
- Armeniacae Amarum Semen 9.96 mg
- Lycii Fructus 4.98 mg
- Glycyrrhizae Radix 13.28 mg
- Cassiae Semen 3.32 mg
- Menyembuhkan mata katarak, Mata rabun ( jauh-dekat ) , Glukoma, Mata merah, dan segala jenis penyakit mata AKUT.
- 2 X Sehari 5 pil ( pagi dan malam hari, diminum dengan air hangat ).
- KEMASAN Botol, @ 60 pil.
- Harga : 150.000,-
- 1 paket obat mata + tetes.
UNITED MANUFACTORY OF KWANG CHOW CHINA.
Agen: PT.INTRA ARIES JAKARTA INDONERIA
POM TI 064 423 161
Senin, 05 November 2012
02.58
NeverSad
- Berikut adalah Sejarah Asal - Usul Nama Indonesia Ditemukan Di masa penjajahan India-Belanda ini muncul nama Indonesia. Pertama kali digunakan oleh dua orang Inggris, yaitu George Samuel Windsor Earl, seorang pengacara kelahiran London, yang bersama James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Scotlandia, menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4, tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders." Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda), sebagai Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan).
Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). Oleh karena itu, Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians, untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos, keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut.
Adalah Adolf Bastian, seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman, yang mempopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin, yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien, oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman, artinya: “Indonesia, atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Jilid I berjudul Maluku, jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya, jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya, jilid IV Kalimantan dan Sulawesi, jilid V Jawa dan Penutup.
Sejak dahulu hingga sekarang, para ilmuwan Eropa lebih senang menggunakan istilah/kata bahasa Latin atau Yunani untuk penamaan hal-hal yang sehubungan dengan ilmiah, demikian juga untuk menamakan ras penduduk di wilayah Malaya dan India Belanda bagian barat.
Eduard Douwes Dekker, dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut India-Belanda dengan nama Insulinde, variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913, para anggotanya mendirikan Partai Insulinde.
Baik Indunesian, Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India, untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India- Belanda, sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores, Timor, Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam).
Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda, Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia.
Jadi kata Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh Republik Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India.
Selain Indonesia, yang menggunakan nama yang “diciptakan” oleh orang-orang Inggris dan kemudian dipopulerkan oleh orang Jerman, juga Phillipina (Filipina), yang masih tetap menggunakan nama peninggalan penjajahan. Ketika orang-orang Spanyol menguasai wilayah tersebut, sebagai persembahan kepada raja Spanyol, Phillip, jajahan itu diberi nama Philippina.
Banyak negara setelah merdeka mengganti nama yang “diciptakan” atau diberikan oleh penjajahnya, seperti Ceylon menjadi Sri Lanka, Burma menjadi Myanmar, Indo-Cina menjadi Vietnam, Rhodesia menjadi Zimbabwe, Gold Coast menjadi Ghana, South-West Afrika menjadi Namibia, dll.
Jadi seandainya bangsa ini sepakat untuk meninggalkan nama yang diciptakan oleh orang Eropa, maka Indonesia bukanlah negara pertama yang mengganti nama peninggalan masa penjajahan.
Sejarah Asal - Usul Nama Indonesia Ditemukan Dapat menjadi bahan pertimbangan, untuk kembali menggunakan nama yang telah lebih dari 1000 tahun digunakan oleh nenek moyang kita, yaitu NUSANTARA.
Sabtu, 03 November 2012
20.29
NeverSad
Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak Motif Batik - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna Motif Batik pada Baju Batik "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing.
Jadi kain Baju Batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak Batik Solo dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.
Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik Busana Batik dan Blus batik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik Batik Solo adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Ragam corak dan warna Desain Busana Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak Busana Batik dan Blus batik hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix.Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. Teknik Desain Busana Batik dan membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul Batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.
Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri
19.33
NeverSad
Sejarah Singkat Kemerdekaan Indonesia
Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
: peristiwa Rengasdengklok
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana --yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.
Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Maeda Tadashi dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power". Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.
Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).
Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi
Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
Isi Teks Proklamasi
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.
Naskah Otentik
Bunyi Suara Bung Karno sewaktu membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945
Putar suara
Kesulitan memainkan berkas media?
Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, hari 17, bulan 8, tahun 45


.jpg)